Nugget Ayam ala mamacalf


Siapa tak Suka makanan kriuk, gurih , aneka bentuk yg satu ini. Mulai dari Anak-anak sampai saya pun suka sama makanan ini 😁😁✌️.
Karena praktis, endollll rasanya, Anak anak tak kunjung bosan , setuju Momshay...
Tapi momsay, panganan satu ini termasuk junkfood lhooo jadi jangan sering sering yaa.
Makanya nih Kita coba bikin sendiri yuk, biar agak sehat hehehe. Jangan sedih kalau sudah jadi pas dimakan Anak kita, mereka bilang "kok begini Ma, rasanya" ??
Itu respon Alami ketika makanan kurang penyedap mendarat di lidah .
.
.
Bahan Yang di perlukan




Baik sebelum mulai mengadon , siapkan :
•Daging Ayam giling , 250gr
•Tepung terigu 1 sendok makan gembung
Tidak Ada terigu ganti dengan roti tawar kupas kulit. 2 lembar untuk Daging Ayam 250gr.
( Roti tawar harus dilumatkan, dihaluskan begitu maksudnya dengan air sedikit aja, jangan terlalu banjir)
•Telur 1 butir
•Gula,garam,lada sesuai selera , boleh di skip kalau tidak Suka pedas, atau Suka yang hambar hehee....
•Keju cheddar parut
•Wortel 1 buah ukuran kecil,  rebus dulu baru parut. Kemarin saya skip.


Bagaimana Memasaknya 

✓ Campur semua bahan kedalam satu wadah, Daging Ayam masuk, Telur, terigu/ roti tawar halus, gulgarlada, keju Dan wortel. Aduk sampai rata, aduk terus sampai menyatu.
Oh ya, saya sebenarnya lebih suka adonan yang pakai roti tawar, karena hasilnya lebih mirip seperti chicken nuggets, tekstur daging dalamnya ya, maksudnya. Lebih berongga dan gembos, hehe apa ya gembos itu bahasanya puff lah. Jika saya pakai Tepung terigu tekstur ya jadi lebih padat dan agak berat.


✓ Wokeh, setelah adonan rapi, siapkan kukusan atau dandang atau apa saja Yang bisa mengukus, rice cooker ok as long bisa steam ^^.  Pindahkan adonan ke wadah Yang tahan panas kukus, lalu kukus hingga 30 menit, sampai 40 menit boleh. Kelamaan lah boros gas euy.
Untuk pengecekan , bisa tusuk pakai garpu jika tidak Ada yg lengket berarti sudah matang. Matikan kompor buka tutupnya. Oh ya selama di kukus harus Dalam keadaan tertutup ya wadah si chicken ini. Agar air tetesan uap tidak jatuh ke adonan.


✓ setelah matang tunggu sampai dingin lalu cetak. Kali mau gampang potong kotak-kotat atau segitiga saja ok. Kalau Ada waktu cetak dengan cetakan mainan pasir buat Anak. Atau cetakan play dough. Cuci dulu peralatan untuk mencetak ya, pastikan steril Momshay..


✓ nah jika si chicken BELUM mau dimakan simpan Dalam kulkas, dibagian atas ya Yang freezer. Jika may langsung leeeb , ambil Tepung roti untuk menggoreng, Telur , minyak goreng siapkan.
✓ balur si chicken ke Dalam Telur lalu giling gulingkan ke Tepung roti crispy. Goreng ke minyak panas api sedang.
.
.
.
Sulamak mencoba Momshay
Salam J

Mainan dan Perkembangan otak Anak.


Anak adalah hadiah terindah dari Sang Pencipta", setuju?

Umumnya OrangTua akan melakukan apa saja untuk  kebahagian Anak Anaknya. di usia anak-anak, hal yang paling membuat mereka hepi adalah mainan dan bermain. Rasanya hanya 2 hal itu yang ada dalam pikiran mereka selain permen, coklat dan eskrim ^^.

Begitu pula Saya dan Suami, tiap bulan kami mengeluarkan dana untuk membeli mainan. Kei Suka jigsaw puzzle, lilin dough, mainan sensori atau mainan lain yang di request my Little Einstein ( Doa mama Kei jadi ilmuwan) intinya kami sesuaikan dengan budget yang kami punya . Tak harus mainan mahal tapi bijaklah dalam membeli dan pastikan harus bermanfaat untuk tumbuh kembangnya.

Otak adalah organ vital manusia yang berfungsi mengatur sebagian besar gerakan, perilaku, fungsi tubuh, pengaturan seluruh organ  dan pemikiran. Agar otak berfungsi sebagaimana mestinya la harus berkembang. Itulah sebabnya, 1000 hari pertama kehidupan bayi (terhitung sejak dalam kandungan) sangat diperhatikan segala sesuatu yang berhubungan untuk perkembangan otak, mulai dari gizi, rangsangan sampai lingkungan. Perkembangan otak pada tahap awal kehidupan akan berpengaruh pada tahap kehidupan anak selanjutnya. Beberapa hal Yang mempengaruhi diantaranya, nutrisi, obat-obatan, stimulasi, lingkungan, hubungan   Orangtua dan Anak, dan juga stress/tekanan.

Otak tersusun dari sel syaraf dan sejumlah jaringan pendukung. Otak Manusia  terdiri dari otak besar, otak kecil, batang otak. Bagian terbesar yaitu otak besar, mengendalikan fungsi penglihatan, fungsi bicara, fungsi pendengaran, ingatan, perilaku, emosi, kecerdasan berpikir, orientasi ukuran, bentuk, arah. Sedangkan Otak kecil berfungsi mengatur gerakan tubuh, keseimbangan dan koordinasi otot.
Agar otak berfungsi, maka harus berkembang, agar otak berkembang harus diberi rangsangan atau stimulus. Hal ini sudah dilakukan sejak dalam kandungan Ibu, mendengarkan musik pada janin, mengajak berbicara, mengelus-elus dan lain-lain.
Bagaimana merangsang pikiran anak melalui bermain.

Siapa tak yang tak suka bermain? bahkan Bapak-Bapak sekali pun masih suka bermain, benar kan Ibu Ibu ? coba Ibu senyum yang suaminya dirumah masih suka bermain, main di gadget, main bola, dan apa saja. Menurut sebuah penelitian dari Blue Sky Science (Sebuah kolaborasi dari Wisconsin State Journal dan Morgridge Institute for Research, 2016) menyatakan bahwa bermain sangat penting untuk perkembangan anak di segala hal. Hal ini berdampak pada perkembangan kognitif, perkembangan sosial dan emosional, serta pengembangan bahasa. Jadi bermain tidak terbatas usia ya.

Mengapa bermain?
✓Dengan bermain, emosi Anak bisa tersalurkan.
✓Bermain merangsang tumbuh kembang Anak dalam hal motorik (fisik), kognitif (Akal), sosial dan bahasa.
Bermain membantu Otak korteks (prefrontal) tumbuh lebih cepat dan besar.
✓Mempersiapkan otak awal untuk tahap kehidupan lanjut, usia sekolah, remaja dan seterusnya.
✓Bermain berpengaruh untuk perkembangan otak  yang sehat.  Bermain membuat seseorang gembira, bahagia, jika ia senang artinya tidak stress, tidak ada tekanan, dan otak pun bisa terus berkembang maksimal.


Waktu lalu Mama si Khalif diundang oleh teman bumil ke acara ELC Holiday Collection Preview , dengan tema "How to inspire your Kids trough Play ". Mr Mohit Nigam selaku Senior Brand Manager ELC mengatakan "Kami mendasarkan bisnis kami sebagai Platform untuk menciptakan dunia kegembiraan" dan penemuan, dimana bermain dan berkembang berjalan beriringan dikedua tempat, dan sebuah koleksi mainan. sekaligus memperkenalkan koleksi mainan ELC edisi liburan. Jadi bukan sembarang mainan, ya tetapi mainan edukatif yang merangsang tumbuh kembang anak.

Kita juga dapat pengetahuan dari Kak Saskhya A Prima, beliau seorang Psikolog  dan pendiri Tiga generasi,  juga ada Mama Ui Birowo Co Founder Tiga Generasi. Mba Saskhy  menyampaikan 'bermain sangat penting untuk perkembangan otak yang sehat'.
Mainan yang dapat mempengaruhi perkembangan otak adalah mainan yang dapat memberi stimulus. Orangtua tua harus bijak memilih mainan, tak harus yang super mahal , tak juga yang  sekedar menarik, tapi pastikan fungsinya bermanfaat untuk tumbuh kembang anak. Keterlibaran orangtua untuk main bersama Anak adalah Penting dan sangat berpengaruh untuk tumbuh kembangnya.

Apa saja yang harus diperhatikan dalam memilih mainan:
Mainan memiliki unsur  yang merangsang kemampuan dasar , yaitu untuk perkembangan jari , pergelangan tangan, dan koordinasi keduanya . Contoh, mainan sensori, susun balok kayu. wooden activity cube, gameplay train set.
• Kemampuan motorik lanjut , yaitu melatih otot , keseimbangan tubuh  dan koordinas keduanya. Contoh,  lempar tangkap Bola, melompat, bounce ball dan permainan  fisik lainnya.
• Perhatikan tujuan membeli mainan , fokus pada kemampuan Anak yang  ingin kita latih, berjalan, bicara, menulis, kognitifnya dan lain lain.
• Periksa kembali koleksi mainan dirumah.
• Periksa label setiap mainan , aman, sesuai  fungsi untuk perkembangan .

Beberapa tips memilih mainan, pilihlah mainan yang terbuat dari bahan yang aman dan berkualitas, memiliki nilai bermain sambil belajar,merangsang tumbuh kembang, motorik, berpikir, sosial emosi dan sensori,efisien dan ekonomis.

ELC juga memperkenalkan koleksi mainan edukatif edisi liburan.  Spesialis mainan edukatif asal Inggris ini punya 43 gerai yang tersebar di 15 kota besar di Indonesia. ELC mempersilahkan Anak-anak untuk mengeksplorasi mainan edukatif yang tepat dan berkualitas di gerai gerai ELC . Untuk pelayanan online, dapat mengakses situs Early Learning centre di www.elc.co.id.

Kalau kata  Dek 'Tasya, libur tlah tiba, libur tlah tiba, yup hawa hawa liburan sudah terasa ya. Yuk segera Pilih mainan edukatif yang menggemaskan koleksi dari ELC, untuk kado spesial liburan akhir tahun. Hurry ya mam, limited lhooo, mulai tanggal 15 Nov -19 Des 2018. Oh ya adik adik juga punya kesempatan memenangkan 1 dari 50 koleksi maianan menarik dari ELC lhoo, caranya  datang saja ke salah satu gerai ELC terdekat, lalu tulis Christmas Wish List mu. Pilih mainan favoritmu yaaah... follow juga IG @elcindo dan ikutan kompetisi #MyELCWishList, ^^.

Selamat menikmati liburan akhir tahun.

Salam J

Tolong jangan Labelling aku, Ma




"Waaaah anak mama yang 'Ganteng', sudah bisa jalan.."
"Eeeh... si dedek “cantik” sudah bisa panggil Papa"
"Anak pintar, sudah bisa suap sendok sendiri yah.."

Rasa rasanya hampir setiap orangtua pernah mengucap kata pujian seperti diatas.
Yah, ketika sikecil mulai tumbuh dari 0-2 tahun rasanya banyak sekali kepintaran dan prestasi yang iya tunjukan. Mulai dari berjalan, mengucap kata Mama , Papa, menyebutkan nama nama benda disekitarnya, mengetahui warna warna benda dan sebagainya.

Namun, masihkah kita mengucap pujian yang sama , ketika si Ganteng dan si Cantik Sholeh Soleha mulai membangun dirinya, mengupgrade level  kepintaraannya? Yang terkadang ditandai dengan sikap “Nakalnya anak anak” , tidak lagi menuruti perkataan ibu dan ayah, berbuat sesukanya, masihkah kita akan memuji si Ganteng Cantik?

Ketika si Ganteng cantik memiliki adik baru, dan ia mulai merasa tersaingi, merasa kehilangan sosok yang selama ini hanya ada “aku” dimatanya, mulai mencari-cari perhatian dengan berbuat nakal, masihkah Ibu , Ayah memuji si abang dan Kakak Ganteng, Cantik?

Beranjak Umur 3-5 disinilah Ibu , mulai tak tenang , hari demi hari makin banyak cap atau label yang diberikan pada si sulung  si tunggal, si bungsu maupun si tengah.

• "Lekas Nak, kenakan bajumu sudah jadi Abang kok tidak bisa pakai baju".

• "Cepat Kak makan rotinya, nanti terlambat ke sekolah lelet banget sih".

• "Begitu aja Nangis, pantes gak ada temen yang mau main, karena kamu cengeng".

Adakah dari kita yang pernah berkata seperti  diatas?
Ya, saya pribadi pernah mengucap salah satu kata diatas. Bentuk ucapan tersebut diatas bisa termasuk  labelling. karena berulang ulang kita ucapkan ketika anak melakukan kesalahan.

Di kutip dari artikel majalah nakita, "Labelling adalah sebuah penyimpangan yang bisa terjadi karena pemberian label atau cap dari masyarakat untuk seseorang, yang kemungkinan seseorang itu meneruskan penyimpangan tersebut hingga mereka dewasa.

Ada 2 macam label, Negatif dan Positif dan masing masing ada efeknya.


Efek label negatif:
√ Memiliki konsep diri yang negative
√ Anak menjadi rendah diri
√ Anak kesulitan mengukir prestasi

Efek label Positif
√ Anak jadi perfeksionis
√ Mudah tertekan apabila tidak mencapai hal yang diinginkan

Ketika memberi label negatif pada anak maka kata-kata yang keluar biasanya memiliki arti yang buruk. Usahakan mengganti kata-kata buruk dengan yang lebih halus. Contohnya, kata bodoh diganti dengan tidak bisa atau tidak mampu. Anda juga harus menjelaskan kepada anak mengenai kata-kata itu adalah agar ia tidak mengulanginya lagi di masa mendatang.

IBU HARUS TETAP TENANG

Rasanya ingin teriak bu , jika pagi pagi si kakak akan brangkat ke sekolah, si baby minta susu, si anak tengah minta di temani bermain. Belum lagi memikirkan menu apa yang akan dimasak hari ini, tombol mesin cuci yang belum di tekan, bla bla bla... bla bla bla.. seandainya waktu 24jam bisa ditambah atau bisa di stop sebentar, saya pun mau.

Ibu tak boleh sakit, Ibu tak boleh mengeluh, Ibu harus kuat, Ibu harus bisa ini itu, Ibu.. Ibu.. Ibu.. pokoknya Ibu, tapi apalah daya Ibu juga Manusia yang bisa berbuat salah, bisa lelah, bisa sakit, dan punya batas kesabaran.

"Ibu tenang maka anak tenang" itu kata kunci yang disampaikan Coach Leader : Nunny Hersianna (GoLangsing) , dalam acara “HypnoTalk Coaching Clinic” dengan tema "Loving NotLabeling" yang dipersembahkan Majalah Nakita beberapa waktu lalu.

Dengan bersikap tenang, maka otak reptil anak anak merespon dengan dengan tenang Pula.
Mengapa demikian, otak manusia terdiri dari beberapa bagian diantaranya ;
  • Otak Reptil  (otak kadal) atau batang. otak ini bertanggung jawab untuk body maintenance atau somatic dan survival , itulah sebabnya ketika Ibu  'Marah'  Otak anak merespon sebagai ancaman,  jika merasa terancam artinya dia butuh  survive , mempertahankan diri, dengan cara apa ? melawan, menyerang balik,  atau  diam  seketika, menangis .
  • Otak Limbik atau Otak Mamalia ( Mengontrol Emosi,  mengontrol fungsi vital tubuh)
  • Neocortex ( otak Kecerdasan)

Yang menjadi tantangan ibu, bagaimana Ibu bisa tenang???
Belum selesaI ini sudah minta itu, belum buat itu sudah mau yang ini, bagaiman bisa tenang jika tiba tiba si tengah menumpahkan makanannya sedang lantai baru dipel, atau tiba tiba si kecil keluar main tanah di pot bunga.
.
.
Itulah proses belajar anak anak, mereka menjadi kreatif, menjadi lebih ingin tau, menjadi lebih penasaran yang dampak perbuatannya sering kita sebut dengan kata "Nakal" ,  "Bandel" dsb.
Apakah bunda Kenal siapakah anak bunda? Ya jelas kenal , wong saya yang melahirkan kok gak kenal .
'Kenal' Bukan hanya kenal ciri ciri fisiknya, nama, tanggal lahirnya, tapi apakah ibu ayah kenal sifatnya? Paham apa yang ia inginkan?  Tak kenal, berarti tak bisa paham, tak paham maka tak sayang.

Menurut Psikolog Anak : Erfianne S. Cicilia S.Psi Psikolog, 3 hal penting agar orangtua minimal memberi label pada anak 'Kenal, Paham, Sayang'.

Anak adalah anugerah , karunia dari Tuhan yang dititipkan pada kita sebagai orang tua . adalah kewajiban kita merawat dengan sebaik-baiknya penuh kelembutan juga kasih sayang agar kelak menjadi "sebaik-baiknya manusia yang paling bermanfaat bagi manusia" (HR. Ahmad, ath Thabrani, ad Daruqutni).

Bila nanti Ia tumbuh menjadi anak anak yang penyendiri, cengeng, pemalas, dan sebagainya itu adalah dampak dari label yang kita beri di waktu kecilnya.

Maka kenali diri anak kita baik fisik maupun psikisnya, lalu pahami kebiasaannya, emosinya, dan Sayangilah
.
.
Semoga bermanfaat

salam J


Salam J