Walahar Ekspres penyambung Tali silahturahmi Tiga generasi

Stasiun Kosambi

Hampir delapan tahun berpisah dengan transportasi umum yang satu ini, kini bertemu kembali dan ia menjadi sangat menawan hati. Yup KRL, tahun 2000an begitu namanya disapa orang. KRL adalah kereta listrik dalam kota Jabodetabek. Selain KRL sempat pula terkenal kereta shincan, karena katanya kereta ini di impor dari negara film Shincan dan Doraemon berasal. Kereta listrik ini lebih ekslusif , nyaman dan bertarif tinggi untuk ukuran dalam kota. Tak ketinggalan pengalaman naik kereta malam jugijagijuk di era 2000an pun sudah saya alami, ketika artis jalanan dan pedagang asong masih bebas turun naik mencari lembaran Rupiah.

Seiring berjalan waktu, pembangunan infrastruktur diberbagai sektor makin giat, terutama transportasi. Beberapa kali terjadi pergantian  pemimpin di tingkat atas maupun daerah dan di instansi terkait, membuat wajah kereta api kita kian berseri selain stasiun stasiun juga terus berdandan.
Sebelum kita merasakan hasil pembangunan infrastruktur  ini, adakalanya  dampak kurang enak dari pembangunan tersebut turut kita rasakan, seperti penyempitan jalan, pemandangan alat alat berat yang menggangu dan sebagainya.

Seperti  pengalaman  saya dalam menggunakan fasilitas jalan tol cikampek . dua tahun terakhir  saya dan keluarga rutin melakukan perjalanan Jakarta Karawang dan sebaliknya setiap akhir pekan. Biasanya Kami menggunakan kendaraan umum , sekali waktu menggunakan kendaraan pribadi.
Waktu tempuh dari  Jakarta ke karawang Barat ditempuh  dalam waktu 1 jam sampai 2 jam jika lalin tersendat.

Namun sejak triwulan II tahun 2017 proyek pembangunan LRT dan tol Elevated dimulai, ruas ruas jalan tol Cikampek menjadi lebih sibuk dan terasa menyempit. Hal ini berdampak pada arus lalu lintas di tol Cikampek. Waktu tempuh yang biasa 1 sampai 2 jam,  saat ini menjadi berkali lipat lamanya. Dan rasanya tak memungkinkan untuk saya berpergian dengan seorang Balita.

Kemacetan tak bisa menghentikan silahturahmi, macet tak bisa membendung rindu sang Nenek pada Cucunya.  Saya dan suami mencari cara lain menuju Karawang city. Berhubung jarak dari rumah ke stasiun terdekat kurang lebih 5 km, dan rumah Ibu di Karawang terletak 3 km dari stasiun, maka pilihan jatuh pada moda transportasi kereta.

Kereta commuter line sekarang itu panggilannya, kereta listrik yang beroperasi didalam kota JABODETABEK . saya tak lagi merasakan berebut oksigen didalam kereta, tak lagi ada lagi agresi tim copet yang menyobek tas dari bagian bawah. Tak lagi terlihat pemandangan wajah wajah yang duduk diatas atap gerbong kereta seperti tahun 2000an kala itu.  Kini Ibu dan sang buah hati bisa duduk dengan nyaman, hawa sejuk pun terasa. Jajaran petugas keamanan selalu bersiaga dibeberapa pintu gerbong. Layaknya suasana kereta di negara luar yang pernah saya tonton di film film. Tersirat rasa bangga , bahwa indonesia juga bisa tertib, bagus dan maju.

Beberapa kali saya dan keluarga menjajal commuterline ke bogor, lalu ke BSD dan beberapa destinasi lain. Anak Balita saya ini ngefans  berat dengan Kereta , baru dengar wacana bepergian dengan kereta sudah sumringah wajahnya, sampai sampai sepulang dari cisauk Ia tertidur pulas didalam kereta dan terbangun setelah berada di parkiran motor , alhasil mengamuk dan minta naik kereta lagi, katanya mau bobo dikereta saja.

Diawal tahun 2018 kami juga menikmati KA eksekutif Gajayana dalam rangka berlibur ke Malang.
https://remahkatajulie.blogspot.com/2018/09/kei-berlibur-ke-kota.html
Pada waktu itu tiket kami beli secara online, termasuk pemilihan tempat duduk, semua sudah sangat terorganisir, dan Yang paling menyenangkan pesanpjauh jauh hari dapat harga murah lhooo ^^.
Sungguh senang dan bangga transportasi Kereta di Indonesia Makin bagus.

Kali ini saya dan si balita, tak lupa sang Ayah turut serta ke rumah Nenek di Karawang. Bukan naik kereta malam, karena berangkatnya pagi ^^,  namanya KA walahar ekspres. Ini adalah kereta ekonomi lokal tujuan Tanjung priok ke Purwakarta dan sebaliknya. Ada beberapa kereta yang beroperasi , untuk tujuan Tanning priok ada KA Jatiluhur dan KA Cilamaya ekspres sedangkan untuk tujuan Purwakarta maupun Cikampek ada KA Walahar Ekspres dan Jatiluhur. Waktu tempuh dengan kereta lokal ini dari Jakarta ke Karawang adalah 1jam 15 menit. Hal ini sangat menghemat waktu dibandingkan berkendara dengan Mobil melalui tol Cikampek.

KA Walahar Ekspres

Suasana KA Walahar Ekspres


Keadaan diatas berbanding terbalik dengan yang pernah saya alami 10 tahun lalu ketika naik Kereta ekonomi Jakarta Kota - Purwakarta. Saat penumpang bergelantungan di pintu gerbong, asap asap rokok bergumul di didalamnya bercampur Sayur mayur dan hewan hewan yang akan ke Purwakarta maupun Jakarta.

Kini Kereta ekonomi ini terlihat bersih, bebas asap rokok, Kita masih bisa merasakan sepoi sepoi hawa AC walau tak jarang keringat bercucuran. Masih bisa dapat tempat untuk duduk walau tak sedikit yang berdiri. Tidak ada pedagang liar, maupun artis jalanan. Di waktu waktu tertentu jika beruntung kereta ini sangat nyaman karena penumpang yang sepi. Jadwal kedatangan dan keberangkatan kereta pun sudah tepat waktu , walau tidak setertib commuterline. Bagi saya kereta sangat membantu dan menghemat baik dari segi waktu dan biaya , walau ada tenaga yang harus dikorbankan saat kondisi kereta penuh.


Kembali ke tujuan rumah Nenek , langkah pertama Kami dari stasiun Palmerah menuju ke stasiun kemayoran, naik kereta tujuan Jatinegara. Kereta tersebut tidak berhenti di stasiun Palmerah melainkan di stasiun tanah abang, sehingga saya dari palmerah harus transit di tanah abang. Kereta dari Palmerah ke tanah abang cukup banyak , hampir setiap 15 menit lewat . sedangkan kereta tujuan jatinegara dari stasiun tanah abang tidak lewat setiap saat, melainkan di jam jam tertentu, ada di sekitar jam 9 dan ada juga di jam 10.


Jadwal perjalanan KA PWK-TJ PRIOk



Sampai di stasiun kemayoran, loket khusus tiket kereta lokal terletak di area luar samping toko Alfa. Harga tiket walahar ekspres  tanjung priok - Karawang sangat ekonomis Rp. 6,000.- saja.
KA walahar atau Jatiluhur akan berhenti di setiap stasiun setelah stasiun Bekasi. Dari Tanjung priuk hanya berhenti sekali di stasiun Kemayoran. Kami turun di stasiun Kosambi, dari rumah Nenek hanya berjarak kurang lebih 3km.







Semoga KAI semakin maju layaknya kereta di film film negara maju yang canggih dan menawan.
#KeretaApiKita #JadwalKALokalWalahar #JadwalKAJatiluhur
#KeretaApiIndonesia#Commuterline #KALokalPurwakarta


Semoga bermanfaat
Salam J

Tidak ada komentar: